Teori Z Score
PENGERTIAN ALTMAN Z SCORE
Altman Z-Score adalah ukuran mengenai kemampuan bayar utang perusahaan, dapat
juga menjadi ukuran kebangkrutan perusahaan. Dalam hal pengukuran kebangkrutan,
formula Altman Z-Score memberikan proyeksi mengenai kebangkrutan suatu
perusahaan dalam periode 3 tahun. Altman Z-Score menggunakan berbagai komponen
dalam perhitungannya, seperti pendapatan, laba sebelum bunga dan pajak, laba
ditahan, total kewajiban, dan total aset. Altman Z-score merupakan formula
multivariabel untuk mengukur potensi kebankrutan sebuah perusahaan. Itu
merupakan fungsi dari dari lima rasio keuangan, yakni rasio profitabilitas,
leverage, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas.Perhitungannya juga mudah.
Anda hanya perlu menghitung masing-masing rasio terlebih dahulu kelima rasio
tersebut. Kemudian, anda masukkan dalam persamaan untuk menghasilkan Z-Score.
PENGERTIAN METODE ALTMAN Z SCORE Metode Altman Z-score adalah suatu alat yang
digunakan untuk memprediksi tingkat kebangkrutan suatu perusahaan dengan
menghitung nilai dari beberapa rasio lalu kemudian dimasukan dalam suatu
persamaan diskriminan.
RUMUS ALTMAN Z-SCORE Z-Score = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0X5
Dimana : X1 = Modal kerja/Total aset (Working capital/Total assets). Modal kerja
sama dengan aset lancar minus kewajiban lancar. Rasio ini memberitahu anda
seberapa baik bantalan yang tersedia untuk liabilitas jangka pendek. Jika
perusahaan memiliki modal kerja yang relatif tinggi dibandingkan dengan total
aset, perusahaan memiliki likuiditas yang relatif baik. X2 = Laba ditahan/Total
aset (Retained earnings/Total assets). Laba ditahan adalah akumulasi laba bersih
yang tidak dibagikan ke pemegang saham sebagai dividen. Itu merupakan sumber
modal internal. Di laporan keuangan, itu di bagian ekuitas pemegang saham.
Perusahaan dapat menggunakannya untuk berbagai keperluan, termasuk untuk
melunasi utang. Semakin tinggi rasio, semakin besar modal internal dan semakin
kecil perusahaan tergantung pada utang. Jika perusahaan memiliki sedikit laba
ditahan, perusahaan harus mendapatkan modal dari sumber lain, melalui suntikan
modal oleh pemegang saham atau utang. X3 = Laba sebelum bunga dan pajak/Total
aset (Earnings before interest and tax atau EBIT/Total assets). EBIT memberitahu
anda laba yang diperoleh perusahaan dari keseluruhan operasinya, sebelum
membayar pengeluaran rutin, pajak dan bunga. Rasio ini menunjukkan ke anda
profitabilitas, yang mana secara khusus mengukur tingkat pengembalian yang
perusahaan hasilkan dari asetnya. Dengan kata lain, jika rasio tinggi, itu
menunjukkan perusahaan mampu memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan keuntungan.
X4 = Nilai pasar ekuitas/Total liabilitas (Market value of equity/Total assets).
Rasio ini mengukur solvabilitas perusahaan menggunakan nilai pasar alih-alih
nilai buku. Nilai pasar ekuitas sama dengan perkalian antara harga saham
perusahaan dengan jumlah saham yang beredar, termasuk saham biasa dan saham
preferen. Sedangkan, total aset sama dengan nilai pasar saham plus liabilitas.
Jadi, rasio ini memberitahu anda jumlah ekuitas miliki relatif terhadap aset
yang perusahaan miliki. Semakin tinggi rasio, semakin sedikit perusahaan
mengandalkan utang. Berikut contoh penerapan z score pada PT . ACE HARDWARE TBK
:
Berdasarkan tabel diatas , z score pada tahun 2020 sebesar 9,215 (lebih besar
dari standard ketentuan z score yaitu 2,60) maka dapat dikatakan bahwa keuangan
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk tidak mengalami kebangkrutan
Berdasarkan tabel diatas , z score pada tahun 2021 sebesar 10,324 (lebih besar
dari standard ketentuan z score yaitu 2,60) maka dapat dikatakan bahwa keuangan
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk tidak mengalami kebangkrutan
Kesimpulan
PT. ACE pada tahun 2020 dan 2021 mengalami peningkatan dikarekan : 1. Nilai
working capital bertambah, yang artinya perusahaan memiliki peluang besar dalam
membayar kewajiban serta memberi kemungkinan operasional perusahaan lebih
efesien. 2. Nilai retained earning bertambah 3. Nilai net worth bertambah Namun
untuk EBIT / laba sebelum pajak dan bunga it berkurang. Walaupun pendapatan
PT.ACE ini berkurang di 2021, namun tidak berpengaruh pada kebangkrutan
perusahaan. Dikarenakan faktor working capital, retained earning dan Net worth
dapat menutupi kekurangan pada laporan perusahaan.



Sangat bermanfaat ❤️
BalasHapusSangat membantu dan bagus, terima kasih..
BalasHapusSangat membantu 😇
BalasHapusBagus dan semoga bermanfaat
BalasHapusgood job😍 tetap semangat
BalasHapusBaguss
BalasHapusMantaaap, terimakasih ilmu nya
BalasHapusSemangatt terus kakk belajarnya,, blognya sangat membantu para pembaca..
BalasHapusRajin2 nulis begini ya mba, bermanfaat. Semangat!
BalasHapusMantep .. rajin2 nulis biar makin paten...
BalasHapusNice, semangat terus 💪🏻💪🏻
BalasHapusWoow
BalasHapusGoodjob, tx ilmu nya
BalasHapusSpell ignya kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih ilmunya kak.. bisa menjadi referensi saya juga
BalasHapusBagus, sangat membantu
BalasHapusMantapp
BalasHapusSingkat penjelasannya tpi bermanfaat cukup muda juga untuk dipahami,sukses
BalasHapusWahhh kerenn bangett
BalasHapusGood job👌
BalasHapusBagus sangat membantu
BalasHapussingkat padat dan jelas ..
BalasHapussemangat kakak !!
Sukses selalu kk. Aamiin...
BalasHapusGood job
BalasHapusgood job
BalasHapusTugas diterima
BalasHapus